Kita bukan hanya sebuah tim, melainkan sebuah keluarga. Keluarga kontingen DIY! ucap salah satu Kontingen DIY sekaligus peserta Training Center persiapan OPSI 2017 Hari itu –Minggu, 8 Oktober 2017 menunjukkan cuaca sedang tidak bersahabat. Tidak secerah biasanya. Indahnya bulan dapat terlihat jelas. Namun, berbeda pada hari itu. Mungkin ia sedang bersedih. Bersedih hingga meneteskan air matanya. Air mata alam berupa tetesan air yang turun ke bumi, atau kita sering menyebutnya hujan. Hujan rintik- rintik membasahi sebagian Kota Yogyakarta. Dari daerah Wirobrajan hingga daerah dekat stasiun Tugu Yogyakarta. Akan banyak siswa dan beberapa guru yang berkumpul pada malam itu. Berkumpul memakai jaket berwarna merah, menandakan semangat mereka untuk segera berlaga. Kurang lebih 39 siswa dan siswi berkumpul malam itu di stasiun Tugu. Dibersamai oleh guru mereka yang setia menunggu. Mereka ialah siswa-siswi yang mendapatkan undangan khusus. Undangan yang d...
Terkadang hidup terjadi begitu sederhana. Sesederhana sebuah perkenalanku denganmu. Kadang orang tak tahu, pulpen dan identitas memiliki suatu hubungan. Segala sesuatu memiliki nama atau sebutan atau istilah yang melekat atas dirinya. Aku sangat yakin, nama ini akan membuat individu lain -khususnya manusia- mudah untuk mengingat dan mengenalinya. Mari kita ambil sebuah contoh berikut: Benda yang panjangnya sekitar 20 cm. Digunakan untuk menulis. Bisa juga digunakan untukmenggambar atau meninggalkan jejak dari tinta yang ada didalamnya. Benda ini tidak akan berfungsi jika tidak ada tinta didalamnya. Tinta inilah yang membuat jejak dari pulpen ini tidak bisa dihapus. Kecuali, dengan penghapus tertentu atau menggunakan sebuah benda yang dinamakan tipe-x (baca:tipeks) kering atau correction pen. Jejak yang ditinggalkan dapat berwarna-warni. Tapi umumnya berwarna hitam. Warna merah, biru, dan hijau juga tak ja...